Sistem Perkawinan Dan Kekerabatan Masyarakat Suku Rejang
Sistem Perkawinan Dan Kekerabatan Masyarakat Suku Rejang Berdasarkan sejarah dan menurut para pemuka masyarakat suku rejang , diketahui bahwa perkawinan suku rejang pada mulanya bersifat eksogami, yaitu perkawinan yang dilakkukan dengan orang yang berada diluar suku rejang. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya larangan menikah dengan orang yang satu suku ,kalaupun ada yang melanggar maka mereka wajib membayar denda yang ditetapkan secara adat. Perkawinan eksogami ini pada mulanya berbentuk “ kawin beleket ”. Dalam perkembangan berikutnya , masyarakat suku rejang mengenal bentuk perkawinan “ semendo rajo-rajo ”. Bentuk-bentuk perkawinan ini memiliki ketentuan dan konsekuensi masing-masing. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada uraian bawah ini A. Kawin beleket Bentuk perkawinan “ beleket ” atau kawin jujur merupakan bentuk asli perkawinan suku rejang yang eksogami. Lebih ...